Atasi Dampak Bencana Lombok, Sumur Bor dan Pompa Air Tanah Difungsikan

Jakarta – Dalam masa tanggap darurat saat ini, melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1, Ditjen Sumber Daya Air, sebanyak 15 sumur bor dan pompa air tanah (PAT) dengan kapasitas 15 – 20 liter/detik yang tersebar di sembilan desa di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat berfungsi sebagai sumber air bersih para pengungsi korban gempa bumi di Pulau Lombok.┬áSumur bor dan PAT tersebut pada kondisi normal merupakan sumber air baku warga dan ternak, khususnya saat musim kemarau.

Sumur bor dan PAT ini digunakan sebagai sumber air bersih bagi penduduk di Lombok Timur, seperti di Desa Belanting dan Darakunci. Sedangkan di Lombok Utara digunakan bagi warga terdampak di Desa Pemenang, Sokong, Semboro, Gagelang, Rempek, Mumbul Sari, Akar-akar, Sukadana, Kantor Bupati Lombok Utara dan Rumah Sakit Tanjung.

“Beberapa hari lalu, saya melakukan peninjauan ke Kabupaten Lombok Utara. Dari Kota Mataram sampai Kecamatan Tanjung terlihat banyak korban dan bangunan runtuh, sehingga perlu dilakukan penanganan secara cepat,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan korban gempa bumi Pulau Lombok di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Kamis, (9/8/2018).

Kendala dalam pendistribusian air yakni jumlah dan lokasi desa yang tersebar. Distribusi air bersih bagi desa-desa lainnya dilakukan petugas Kementerian PUPR dengan menggunakan mobil tangki air (MTA) maupun penyambungan ke jaringan pipa PDAM eksisting.

Terdapat 13 MTA, dengan sebaran wilayah operasi 6 MTA melayani 4 Kecamatan di Lombok Utara yakni Bayan, Tanjung, Gangga dan Pemenang Barat dan 1 unit MTA melayani Kecamatan Sambelia. Sebanyak 6 unit MTA lainnya melayani Kecamatan Sembalun di Lombok Timur.

Pada 10 lokasi pengungsian kini sudah dilengkapi hidran umum (HU) dengan kapasitas 1.000 liter dan 2.000 liter, sehingga air bisa disimpan untuk memenuhi kebutuhan harian para pengungsi dan relawan. “Kementerian PUPR telah juga mengirimkan 16 unit HU berkapasitas masing-masing 2.000 Liter, serta 30 unit HU berkapasitas masing-masing 1.000 liter. Disamping itu juga telah terpasang 70 tenda hunian darurat dan 26 WC portable,” ujarnya.

Mobilisasi alat berat telah dilakukan untuk membersihkan puing bangunan dan penanganan longsoran dengan 8 ekskavator, 2 doser, 8 dumptruck, 1 loader, 1 trailer dan 1 mobil crane.

Kondisi jalan nasional tidak ada yang terputus, namun terjadi longsoran pada beberapa titik. Untuk jembatan, tercatat 12 jembatan mengalami kerusakan yakni Kali Padet, Panggung, Lokok Koangan, Sapit II, Tampes, Baburung III, Embar-embar, Sokong A, Lempenge I, Luk I, Sidutan dan Segundi.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.