Bangun Gardu Induk, Perbankan Nasional Kucuri PLN 4,5 Triliun

Jakarta – PT PLN (Persero) mendapatkan pinjaman sindikasi dari Perbankan Nasional sebesar Rp4,5 triliun untuk mendanai pembangunan Gardu Induk dan Transmisi di Regional Jawa Bagian Tengah, yang merupakan bagian dari program 35.000 MW.

“Selain cost of fund pinjaman yang kompetitif, pendanaan sindikasi ini juga meningkatkan portofolio Rupiah pada pinjaman PLN serta menunjukkan dukungan perbankan nasional dalam mendanai pembangunan infrastruktur,” ujar Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto.

Pembangunan gardu induk dan transmisi di Regional Jawa Bagian Tengah ini, meliputi pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV di daerah Jawa Tengah, sampai dengan Jawa Barat, termasuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kedung Badak-Bogor Baru, di Jawa Barat.

Infrastruktur kelistrikan yang sedang dibangun ini sangat penting untuk evakuasi daya dari pembangkit yang berlokasi di Jawa Bagian Tengah dan Bagian Timur ke sumber beban di Jawa Bagian Barat dan Jakarta, sekaligus meningkatkan keandalan sistem Jawa Bali.

“Pembangunan Gardu Induk & Transmisi ini akan mendukung usaha PLN dalam menyediakan listrik dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat dan kompetitif bagi industri serta bisnis, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Sarwono.

Mewakili sindikasi Bank, Direktur Corporate Banking BRI Kuswiyoto menyatakan bahwa pemberian kredit sindikasi ini merupakan salah satu komitmen bank-bank sindikasi dalam mendukung program pengembangan infrastruktur pemerintah. “Khususnya di sektor kelistrikan untuk mensukseskan program penyediaan listrik serta rasio elektrifikasi nasional,” ungkap Kuswiyoto.

Pinjaman kredit sindikasi yang ditandatangani di Jakarta ini, didapatkan dari sindikasi PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk, yang juga bertindak selaku agen sindikasi PT Bank Mandiri, Tbk, PT Bank Negara Indonesia, Tbk, dan PT Bank Central Asia, Tbk.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.