Bangun Jalan Perbatasan, Pemerintah Buka Keterisolasian Kalimantan

Balikpapan – Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Refly Ruddy Tangkere menyampaikan jalan paralel perbatasan di Kalimantan sepanjang 1.920 kilometer, segera terhubung.

“Saat ini masih 185 km yang belum tembus, yakni 126 kilometer di Kaltara dan 59 kilometer di Kaltim. Ditargetkan bisa tersambung dan fungsional pada akhir 2019 dengan kondisi sebagian beraspal, sebagian perkerasan agregat, dan perkerasan tanah,” kata Refly.

Salah satu ruas jalan paralel perbatasan Kaltim yang sudah tembus seluruhnya, dan tengah dikerjakan adalah ruas Batas Kalbar- Tiong Ohang sepanjang 15 Km. Di ruas ini, Kementerian PUPR tengah membangun duplikasi jembatan gantung dengan bentang 120 meter.

Jembatan ini menghubungkan Kampung Tiong Ohang dan Long Krioq di Kecamatan Long Apari, yang terpisahkan oleh Sungai Mahakam. Nantinya, jembatan gantung ini akan mengurangi beban jembatan gantung yang sudah ada, yang tidak jauh dari lokasi pembangunan. Tantangan terbesar dalam pembangunan jembatan tersebut adalah distribusi bahan material yang harus didatangkan dari Jakarta.

Saat ditemui di kantornya, Wakil Bupati Mahakam Ulu Yohanes Juan Jenau mengatakan dibangunnya jalan paralel perbatasan akan mengurangi kemahalan barang dan jasa, serta membuka keterisolasian warga Mahakam Ulu yang selama ini mengandalkan perahu sebagai transportasi utama.

“Untuk distribusi logistik kami sangat mengandalkan transportasi sungai. Saat kemarau, Sungai Mahakam surut, sementara saat musim hujan menyebabkan air sungai naik. Hal ini mengganggu distribusi logistik sehingga harga kebutuhan pokok melambung tinggi,” kata Jenau.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.