Banyak Arena Berkelas Dunia, Erick Thohir: Gelar Kejuaraan Internasional

Jakarta – Dihibur bintang-bintang internasional, pesta olahraga Asian Games 2018 akhirnya resmi ditutup. Indonesia mencapai sukses besar sebagai tuan rumah pesta olahraga terbesar kedua di dunia ini. Dengan keberhasilan mendapat 31 medali emas, Indonesia menduduki peringkat 4 dalam perolehan medali dalam Asian Games kali ini.

Sebuah lompatan yang sangat tinggi, setelah pada Asian Games sebelumnya Indonesia hanya menduduki peringkat 17, dengan capaian 4 medali emas. Namun, di atas seluruh capaian tersebut, satu hal terpenting yang Indonesia capai dalam perhelatan kali ini, yakni tumbuhnya kembali rasa bangga berbangsa dan keyakinan diri bahwa Indonesia mampu menjadi negara besar.

Berbagai arena berkelas dunia telah dibangun pemerintah Indonesia, dan banyak diantaranya menuai pujian sebagai arena berkelas dunia dengan fasilitas kelas satu. Berbagai arena yang terbangun tidak hanya menjadi berkah bagi insan olahraga Indonesia, melainkan menjadi suatu tantangan baru dalam pengembangan cabang-cabang olahraga yang ada.

“Kami ingin pengurus cabang olahraga lain juga mulai agresif untuk menggelar kejuaraan internasional lain karena Indonesia telah memiliki arena pertandingan kelas dunia seperti equestrian, dayung, dan sepak bola,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir dalam jumpa pers di Pusat Layanan Media (MPC) Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (1/8/2018).

Indonesia, menurutnya harus terus menggelar kejuaraan olahraga, sehingga arena-arena yang ada tetap terawat. Selain cabang equestrian, dayung, dan sepak bola, Erick menyebut Indonesia juga layak menggelar kejuaraan dunia cabang atletik dan balap sepeda karena kelayakan arena dan stadion yang dimiliki Indonesia.

“Kalau Indonesia tidak sering menggelar kejuaraan internasional, mungkin masyarakat Indonesia lupa antre yang ketika Asian Games sudah terbiasa antre. Kebutuhan penyelenggaraan kejuaraan olahraga juga agar masyarakat Indonesia berkembang menjadi bangsa yang kompetitif di dunia dengan cara damai,” kata Erick. Indonesia, lanjutnya, menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket 2023 bersama Jepang dan Filipina.

Erick menyebut para peserta Asian Games 2018 telah melampaui perkiraan INASGOC dengan total peserta dan ofisial mencapai 17.244 orang. Jumlah itu ditambah kehadiran para jurnalis dalam negeri dan asing sebanyak 11 ribu orang.

Menurutnya, upacara penutupan bukan menjadi akhir kerja INASGOC menyusul proses kepastian kepulangan para atlet, ofisial, dan media luar negeri ke negara masing-masing. “Kami akan mengakhiri seluruh pekerjaan kami pada April 2019. Kami ingin sukses administrasi karena banyak penyelenggaraan multi-cabang olahraga di dunia yang punya persoalan administrasi,” pungkas Eric.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.