Berbagai Upaya Pemkab Maluku Tenggara Atasi Masalah Pengembangan Pariwisata

Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berkomitmen penuh untuk memajukan pariwisata. Berbagai usaha yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten, utamanya Dispar Maluku Tenggara, ini bukan tanpa tantangan.

Keadaan alam untuk berwisata yang tidak bisa diprediksi, kesediaan telekomunikasi atau provider yang sangat terbatas, amenitas yang masih minim, akses menuju pulau-pulau yang masih mengandalkan speed boat dan kapal nelayan dengan waktu tempuh yang cukup lama, sampah di destinasi wisata, dan SDM pariwisata masih menjadi sejumlah kendala.

“Tantangan memang banyak, namun dana terbatas. Tapi kami terus berusaha benahi satu persatu masalahnya. Kaitan dengan sampah misalnya, kami baru saja menandatangani MoU Cipta Karya, mendapat bantuan mobil sampah dan daur ulang sampah. Ke depannya sampah akan dibantu Cipta Karya untuk dihandle,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Roy Rahajaan dalam audiensi bersama Forum Wartawan Pariwisata dan Biro Komunikasi Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, di Forganza Cafe, Langgur, Maluku Tenggara, Jumat (16/3/2018).

Setelah sebelumnya pada tahun 2017, dispar Maluku Tenggara fokus meningkatkan kualitas SDM pariwisata dengan melakukan pelatihan dan workshop, maka tahun ini Dispar Maluku Tenggara berfokus kepada penyiapan objek pariwisata. Roy menjelaskan, salah satu usaha yang dilakukan Dispar dengan membangun pusat kuliner di tempat wisata seperti di pantai panjang, yang baru saja selesai tahun lalu.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti yang menjadi pimpinan rombongan peserta Press Tour menambahkan, dalam menjawab tantangan Aksesibilitas dan Amenitas di Maluku Tenggara, bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan Manajemen Pulau Bawah di Kabupaten Kepualauan Anambas yang telah menggunakan Seaplane sebagai akses menuju Pulau Bawah atas seizin Kementerian Perhubungan.

“Mungkin Pemprov Maluku bisa mengadaptasi mengenai Seaplane tersebut agar banyak wisatawan yang tertarik untuk datang karena akses yang cepat dan mudah. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan Amenitas, bisa mempelajari mengenai Nomadic Tourism, dengan Caravan, Glamping dan Home Pod,” jelas Guntur Sakti.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya sangat mendukung kegiatan yang melibatkan unsur ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media) seperti kegiatan Press Tour ini.

“Pariwisata daerah tidak akan maju tanpa ada komitmen dari CEO atau Kepala Daerah untuk memajukan wisata daerahnya, dan kegiatan Press Tour ini saya apresiasi sebagai salah satu bentuk komitmen Pemda Maluku Tenggara untuk lebih memperkenalkan potensi wisata daerahnya, khususnya Pulau Kei kepada dunia luar melalui Media,” ujar Arief Yahya.

 

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.