Dorong Investasi Migas, Timur Tengah Jadi Target Kemitraan

Jakarta – Pemerintah tengah meningkatkan investasi subsektor minyak dan gas bumi (migas), salah satunya dengan membidik kerja sama dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, yaitu Irak dan Azerbaijan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto saat konferensi pers terkait paparan 4 tahun kinerja subsektor migas di Gedung Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (11/1/2019).

“Nanti masih banyak kerja sama lain yang menyusul akan dilakukan,” ujar Djoko.

Lebih rinci, Direktur Pembinaan Program Migas, Soerjaningsih mengemukakan rencana memperlebar peluang investasi hulu migas ke kawasan Timur Tengah. “Dengan Azerbaijan, kita ditawari eksplorasi lapangan migas di sana dan juga impor minyak mentah,” ujar Soerjaningsih.

Selain Azerbaijan, Irak juga menjadi sasaran utama kerja sama dalam pengembangan industri petrokimia, pembangunan kilang dan eksplorasi lapangan migas di negara tersebut. “Pertamina berminat untuk proyek Tuba Oil Field di Irak, tapi ini masih dibahas, sedang berjalan,” tambah Soerjaningsih.

Kendati demikian, kemitraan kedua negara sifatnya masih penjajakan atau negosiasi. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan bilateral antar kedua negara. Kerja sama dengan berbagai negara ini diharapkan mampu menjaga tren investasi sektor ESDM.

Sebagai catatan, realisasi investasi di sektor ESDM tahun 2018 mencapai angka USD 32,2 miliar atau setara Rp 462,83 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar USD 12,5 miliar merupakan realisasi dari subsektor migas. Perolehan ini meningkat dibandingkan pencapaian 2017, dimana sektor migas baik hulu dan hilir hanya mengangongi investasi senilai USD 11 miliar.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.