Dukung Pariwisata Danau Toba, Kementerian PUPR Tingkatkan Akses Jalan

Jakarta –  Untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba sebagai salah satu dari 10 “Bali Baru” yang dikembangkan Pemerintah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan preservasi dan pelebaran Jalan Lingkar Pulau Samosir sepanjang 123 Km.

Preservasi dan pelebaran jalan dilakukan secara bertahap sejak tahun 2016 melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, dan ditargetkan selesai pada tahun 2019. Ketersediaan infrastruktur jalan dengan kondisi yang baik akan memudahkan wisatawan mencapai berbagai lokasi wisata di Pulau Samosir, seperti Museum Batak di Tomok, Tiga Danau, dan Tano Ponggol.

Pekerjaan dibagi dalam dua paket yakni Paket 1 Preservasi dan Pelebaran Jalan Pangururan-Ambarita-Tomok-Onan Runggu sepanjang 75,90 Km, dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp 367,21 miliar. Saat ini progres fisik pekerjaan telah mencapai 63,01 %.

Kemudian, Paket 2 Preservasi dan Pelebaran ruas Jalan Tele-Pangururan-Nainggolan-Onan Runggu sepanjang 68,43 Km yang terdiri dari kegiatan pelebaran sepanjang 47,10 Km dan pemeliharaan sepanjang 21,33 Km.  dengan anggaran sebesar Rp. 159,24 miliar dan akan selesai juga di Desember 2019. Hingga saat ini, progres fisik secara keseluruhan sudah mencapai sebesar 82,35%.

Pekerjaan preservasi dan pelebaran Jalan Lingkar Pulau Samosir juga termasuk pembangunan tembok penahan tebing untuk mengurangi risiko longsor di sekitar ruas jalan. Selain itu jalan juga dilengkapi bahu jalan dan saluran air.

Dukungan lainnya adalah pembangunan Jembatan Tano Ponggol sepanjang 450 meter untuk menggantikan jembatan lama. Jembatan ini nantinya akan menjadi ikon wisata baru Danau Toba karena disamping desainnya artistik, bagian bawah jembatan akan dapat dilewati kapal wisata sehingga dilakukan pelebaran dan pendalaman alur oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air (SDA).

“Kontrak pekerjaan ini dimulai Desember 2017 dan akan selesai Desember 2019 dengan anggaran mencapai Rp320 miliar. Pada sisi kiri dan kanan nantinya akan menggunakan steel sheet pile untuk menjaga kekuatan tanggul,” jelas Kepala BWS Sumatera II, Roy Pardede.

Saat ini, alur Tano Ponggol mempunyai lebar rata-rata 25 m dalam kondisi dangkal dan di beberapa bagian mengalami penyempitan hingga tinggal 8 meter. Alur Tano Ponggol akan dilakukan pelebaran menjadi 80 m sepanjang 1,5 Km. Sementara itu, untuk pekerjaan pendalaman akan dilakukan penggalian sedalam 5 m atau memindahkan tanah sebanyak 169.914 m3 tanah untuk mendapatkan elevasi dasar alur pada 807 dpl.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.