Dukung Pertanian Sumatera Barat, Kementerian PUPR Bangun Irigasi Sawah Laweh Tarusan

Jakarta – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bangun Daerah Irigasi (DI) Sawah Laweh Tarusan di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Pembangunan irigasi akan meningkatkan kontinuitas suplai air pada areal sawah seluas 2.023 hektar yang sekarang ini masih berupa sawah tadah hujan.

“Kami harapkan pembangunan DI Sawah Laweh Tarusan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Provinsi Sumatera Barat untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pada areal pertanian eksisting, sebenarnya tersedia sistem pompa yang dibangun tahun 1982, namun tingginya biaya operasional pompa menyebabkan petani tidak mampu menggunakannya lagi, dan memilih mengandalkan air hujan. Selain mengoptimalkan lahan yang sudah ada, pembangunan irigasi akan menambah luasan area potensial yang bisa dikembangkan seluas 1.250 hektar.

DI Sawah Laweh Tarusan memanfaatkan debit Sungai Batang Tarusan secara gravitasi, dengan cara membangun bendung 9,3 km di bagian hulu, sehingga debit rata-rata yang dihasilkan nantinya adalah sebesar 9,12 m3/detik. Hal ini dimungkinkan, karena Kabupaten Pesisir Selatan merupakan wilayah perbukitan yang dialiri 18 sungai, berupa  11 sungai besar dan 7 sungai kecil.

“10 kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan akan menerima manfaat dari keberadaan jaringan irigasi Sawah Laweh Tarusan, yakni Kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Pancung Soal, Basa Ampek Balai Tapan dan Kecamatan Lunang Silaut,” ujar Kepala BWS Sumatera V Maryadi Utama.

Pekerjaan pembangunan dilakukan secara bertahap yang terbagi dalam tiga kegiatan, yakni Pembangunan Bendung & Bangunan Pelengkap dengan kontrak tahun jamak sejak tahun 2013 hingga Februari 2018. “Diantaranya berupa pembangunan bendung, kantong lumpur, saluran primer, jalan akses dan penataan kawasan sekitar Bendung Batang Tarusan menjadi ruang terbuka hijau,” lanjut Maryadi.

Pembangunan kemudian dilanjutkan dengan kontrak tahunan pembangunan jaringan irigasi utama dan bangunan irigasinya sepanjang 34,8 km. Pengerjaannya dibagi dua yakni sepanjang 8,2 km dan 40 buah bangunan irigasi, dengan nilai kontrak Rp 77 miliar. Selain itu, dilakukan pembangunan jaringan utama sepanjang 26,6 km dan 44 bangunan irigasi, dengan nilai kontrak Rp 60 miliar.

Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada bulan Desember 2018. “Untuk itu, kerjasama antara Kementerian PUPR, pemerintah daerah setempat dan masyarakat akan sangat menentukan kelancaran dalam proses pembebasan lahannya, sehingga sistem irigasi Sawah Laweh Tarusan dapat segera fungsional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Maryadi.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.