Kemenhub Siapkan 5 Pilot Project Infrastruktur Dengan Skema KPBU

Jakarta – Kementerian Perhubungan menyiapkan 5 (lima) proyek infrastruktur transportasi untuk ditawarkan kepada investor dengan menggunakan skema Kerjasma Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). “Kelima proyek tersebut menjadi pilot project (proyek percontohan) yang dilakukan Kemenhub untuk menerapkan skema KPBU,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam acara Forum Perhubungan MNC Group.

Acara dengan tema “Pembiayaan Kreatif Pembangunan Infrastruktur Transportasi Indonesia” ini diselenggarakan pada Rabu (7/11/2018) di Hotel Santika Premiere Gajah Mada.

“Saat ini kita ingin mendorong KPBU agar betul-betul memberikan ruang terbuka ke swasta. Kemenhub memiliki pilot project KPBU yang telah siap ditawarkan kepada pihak swasta,” ungkap Djoko.

Adapun kelima proyek yang disiapkan tersebut adalah Bandara Komodo, Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi, ToD Poris Plawad di Kota Tangerang, Perkeretaapian Makassar-Pare Pare, serta Pelabuhan Anggrek dan Pelabuhan Bau-Bau.

Djoko pun mengungkapkan, untuk membangun infrastruktur transportasi, Kementerian Perhubungan membutuhkan biaya lebih dari 1.000 Triliun rupiah. Akan tetapi dana APBN sangat terbatas, sehingga tidak dapat memenuhi semua proyek yang akan dibangun.

“Berangkat dari adanya kebutuhan biaya yang cukup besar untuk infrastruktur ini tentunya kami harus memikirkan cara-cara agar target pembangunan bisa dicapai salah satunya melalui rekayasa pembiayaan yang kita sebut dengan KPBU,” ujarnya.

Menurutnya, skema KPBU memberi peluang dan kesempatan kepada sektor swasta untuk turut mengelola prasarana transportasi. “Ini bukanlah untuk menjual asset negara namun dalam upaya menekan penggunaan APBN karena kebutuhan pembangunan infrastruktur transportasi yang sangat besar,” tambahnya

KPBU memiliki beberapa metode yang dapat dipilih oleh pihak swasta sebagai investor. “Paling enggak kita ingin sampaikan, salah satunya dengan availablity payment (AP), sehingga ada cicilan-cicilan. Selain AP masih ada juga metode yang lain. Ini tentu sudah melalui proses hitung-hitungan,” jelasnya.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.