Kementerian ESDM Upayakan Listrik Lombok Kembali Normal

Jakarta – Pasca rangkaian gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga saat ini sistem kelistrikan Lombok yang menyuplai kota Mataram masih belum pulih sepenuhnya. Sementara, sistem kelistrikan di Pulau Sumbawa, meliputi sistem kelistrikan Sumbawa dan Bima, sebagian besar menyala dan aman, walaupun ada beberapa bagian kecil daerah yang masih padam.

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menugaskan inspektur ketenagalistrikan untuk terus melakukan pengecekan dan pengawasan pelaksanaan pemulihan instalasi tenaga listrik terdampak gempa mulai awal Agustus.

Sebanyak 9 tim inspektur listrik telah diberangkatkan secara bergiliran untuk terus berkoordinasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Andi Winarno, inspektur ketenagalistrikan yang bertugas bersama tim ke-5 menuturkan bahwa ia dan timnya harus melaksanakan tugas dalam perbaikan trafo distribusi di sepanjang lereng Gunung Rinjani.

“Selanjutnya kami ke wilayah Kec. Tanjung, Kab. Lombok Utara yang merupakan daerah paling parah terdampak gempa untuk memantau proses perbaikan trafo distribusi dan pengamanan instalasi sambungan rumah dan kWh meter,” ungkap Andi, Senin (27/8/2018).

Saat dirinya datang, lanjut Andi, sebuah PLTMH dan PLTU (LED) di Lombok Utara unit 1 padam dan sedang dalam pemeriksaan untuk penanganan lebih lanjut. “Saat kami pulang, tim ke-6 yang menggantikan kami mengabarkan terjadinya gempa berulang. Puncaknya dengan skala 7 SR pada tanggal 19 Agustus 2018 jam 9 malam (WITA), yang mengakibatkan padamnya beberapa pembangkit lain, termasuk PLTU (LED) unit 2,” urainya.

Menurut data Ditjen Ketenagalistrikan, saat gempa terjadi, beberapa daerah yang listriknya disuplai oleh Sistem Lombok dengan sistem jaringan transmisi 150 kilo Volt (kV) masih menyala, dengan beban 50 megawatt (MW). Angka tersebut masih di bawah kondisi normal beban siang, yakni 155 MW, dan beban malam 220 MW.

Adapun pembangkit besar di wilayah NTB yang masih diusahakan agar dapat segera beroperasi normal antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang 25 MW, PLTU IPP (LED) 2 unit padam 50 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Mobile Power Plant (MPP) PLN unit 1 25 MW, pembangkit MFO Cogindo 30 MW, dan Pembangkit HSD Sewatama 21 MW.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.