Kementerian PUPR Targetkan Jalan Akses Pelabuhan Patimban Selesai Akhir 2019

 

Jakarta – Pelabuhan Patimban merupakan proyek strategis nasional yang dibangun untuk mengurangi beban layanan Pelabuhan Tanjung Priok yang dinilai sudah sangat tinggi. Sebagai Pelabuhan Kontainer terbesar kedua di Indonesia setelah Tanjung Priok, Keberadaan Pelabuhan Patimban diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekspor kawasan industri di sekitar Cikarang-Cibitung-Karawang hingga Cikampek, dan menekan biaya logistik industri nasional.

Penandatanganan kontrak konstruksi Jalan Akses Pelabuhan Patimban dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 Jabar Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga dengan kontraktor Shimizu Corporation bersama PT Bangun Cipta Kontraktor di Gedung Bina Marga, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Penandatanganan disaksikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto, Perwakilan Duta Besar Jepang bidang Ekonomi Takada Mari, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H. Purnomo, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa.

Takada Mari dalam sambutannya mengatakan, hubungan bilateral kedua negara telah berlangsung lama dan semakin erat. “Pada tahun ini juga merupakan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, kami berbahagia proyek yang telah disepakati oleh pimpinan kedua belah negara ini bisa terwujud,” ucapnya.

Menurutnya, banyak produsen barang dan elektronik Jepang yang berlokasi di timur Jakarta mengeluhkan padatnya jalur logistik dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan adanya Pelabuhan Patimban, maka diharapkan arus distribusi barang produksi menjadi lebih lancar sehingga dapat menekan biaya transportasi.

“Konstruksi pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban, Jawa Barat (Jabar) dapat segera dimulai dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2019. Jalan akses pelabuhan tersebut sebagian besar akan bersifat layang (elevated), karena lokasi pembangunan merupakan tanah lunak. Jalan ini nantinya akan tersambung dengan jalan Pantura,” kata Dirjen Bina Marga Sugiyartanto.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan paket pengawasan supervisi pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban senilai Rp63,51 miliar. Dalam sambutannya, Sugiyartanto meminta kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor untuk dapat memanfaatkan material, komponen dan SDM dalam negeri untuk pengerjaan jalan akses Patimban.

Tak lupa, ia pun meminta agar risiko kecelakaan kerja perlu diantisipasi. “Ini pekerjaan besar, kepada seluruh unit kerja dan konsultan pengawas untuk memperhatikan SOP (Standar Operasional Prosedur), sistem kesehatan dan keselamatan, peninjauan kembali jadwal kerja, jumlah jam kerja dan istirahatnya,” tegasnya.

Selain jalan akses, keterlibatan Pemerintah Jepang juga diharapkan dapat meningkatkan kelayakan investasi jalan tol akses Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat yang akan tersambung dengan tol Cikampek-Palimanan. Biaya investasi tol sepanjang 40 km ini diperkirakan mencapai Rp 5,35 triliun.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.