Kunjungi Lombok Utara, Basuki Pastikan Ketersediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi

 

Jakarta – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai peresmian venue layar dan jetski di Pantai Barat Ancol, bergegas menuju Lombok, Senin (6/8/2018). Setibanya di  Bandara Internasional Lombok, Basuki langsung menuju Kabupaten Lombok Utara untuk melakukan Rapat Koordinasi di tenda darurat Posko Induk Gabungan yang berlokasi di Kecamatan Tanjung. Kecamatan Tanjung dihuni oleh penduduk sekitar 47 ribu, menerima dampak korban jiwa dan material terparah.

Setelah mendengar laporan dan memberikan arahan penanganan, Basuki menuju Jembatan Sokong di Kecamatan Tanjung. Jembatan ini merupakan satu dari lima jembatan yang mengalami kerusakan. “Penanganan Jembatan Sokong akan dilakukan oleh tim Direktorat Jembatan Ditjen Bina Marga bersama Balitbang PUPR,” ungkapnya. Atas kerusakan yang ada, jembatan ditutup sementara, sehingga warga yang melintas bisa melalui jalan alternatif yang tidak jauh dari lokasi jembatan.

Tercatat potensi longsor pada 7 titik di sepanjang KM 57 hingga KM 64 dari Kota Mataram, kendati saat ini jalur jalan nasional seluruhnya fungsional, tidak ada yang putus, Basuki kemudian meninjau sumur bor yang berjarak sekitar 2 km dari pusat kecamatan untuk memastikan pasokan air di lokasi pengungsian dan sarana penting lainnya, seperti rumah sakit, puskesmas, musholla dan hunian warga.

“Kementerian PUPR berupaya untuk memenuhi kebutuhan warga dan para pengungsi, terutama air dan sanitasi, pada masa tanggap darurat pasca bencana. Untuk mendapatkan sumber air, Kementerian PUPR akan membuat sumur bor di dekat lokasi pengungsian,” kata Basuki. Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX Mataram dan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 masih terus melakukan pendataan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Pada petang hari, Basuki bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei. Kepala BNPB menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara lumpuh, sehingga untuk pengiriman bantuan sangat mengharapkan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi.

“Kabupaten Lombok Utara menderita dampak bencana yang paling parah. Untuk itu, kita konsentrasi di sini bukan berarti tidak memperhatikan yang lain. Yang lain tetap kita perhatikan. Jadi yang penting, kami minta  masyarakat untuk tetap sabar dan percaya bahwa kita akan bekerja keras untuk itu,” kata Willem.

Dukungan dari Kementerian PUPR sangat dibutuhkan terutama air bersih dan sanitasi untuk para pengungsi. “Kami juga harapkan keterlibatan Kementerian PUPR dalam verifikasi jumlah dan kategori rumah yang rusak sehingga bisa lebih cepat,” kata Willem.

Menteri PUPR berpesan pada jajarannya bahwa proses perbaikan rumah harus mengikuti standar dan pedoman teknis bangunan tahan gempa. “Hal ini harus dilakukan di bawah supervisi yang ketat, sekaligus sebagai bentuk edukasi publik, bagaimana membangun rumah yang berkualitas, layak huni dan tahan gempa,” tutup Basuki yang didampingi Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga dan Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Achmad Gani Ghazaly.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.