Menteri Susi Tinjau Progres Pembangunan SKPT Natuna

Rabu, 9 Agustus 2017

 

NATUNA (8/8) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna yang berada di Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin (7/8). Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangka persiapan peresmian operasionalisasi SKPT Natuna yang rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

Menteri Susi mengungkapkan, pembangunan SKPT Natuna sudah hampir rampung. Hanya saja ada beberapa fasilitas yang perlu ditambahkan. “PLN (pasokan listrik) sudah, mesin es masih kurang, kita masih tambah. Pertamina tinggal suplai saja, karena sekarang yang ada alatnya katanya masih kurang. Satu bulan juga selesai,” ungkap Menteri Susi di sela peninjauan pembangunan SKPT di Selat Lampa, Senin (7/8).

Ia berharap, Oktober atau November mendatang SKPT Natuna sudah dapat diresmikan. “Saya ingin memastikan semuanya oke. Kalau bisa, saya mengajukan Oktober – November kepada Pak Presiden untuk resmikan. Sesuai dengan janji kepada Beliau, kalau fasilitas fisik kan selesai bulan Juli, ternyata bulan Juli ini fasilitas fisik benar sudah run,” tambahnya.

Setelah pembangunan SKPT dirampungkan, tantangan lainnya adalah bagaimana membuat kapal-kapal ikan tertarik singgah di Natuna. Untuk itu pemerintah perlu membangun fasilitas dan sarana yang dapat menarik kapal dari daerah lain, termasuk menyediakan ruang penyimpanan berpendingin (cold storage) dan pasar ikan segar.

“Jangan hanya mau nangkap (ikan) di laut Natuna, terus langsung dibawa ke Jawa, tidak boleh. (Kalau kapal tidak singgah) Pemda sini tidak ada pemasukan apa-apa. Namun kita juga harus menyiapkan masyarakat Natuna terlindungi, yaitu dengan Perda agar penangkapan ikan tidak boleh terlalu ke pinggir pulau. Nanti kalau terlalu ke pinggir pulau, masyarakat pulau tidak kebagian ikan lagi,” paparnya.

Menteri Susi menuturkan, SKPT ini diharapkan akan menghidupkan geliat ekonomi masyarakat sekitar. Dengan adanya SKPT ini, nelayan Natuna dapat berdagang, menjual hasil tangkapan dengan pembeli yang berdatangan dari luar.

“Pembeli dari luar akan berintegrasi ke sini, nanti akan spend money-nya di sini juga kan. Lalu Pemda mungkin bisa pungut retribusi, pendapatan dari sebagian pendapatan nelayan ini bisa masuk ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan),” jelas Menteri Susi.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.