Menuju Swasembada, Pabrik Gula di Seram Bagian Barat Dibangun

 

Jakarta – Nota kesepahaman (MoU) antara PT. Hermes Seram Indonesia (HSI) dengan Bupati Seram Bagian Barat, M Yasin Payapo terkait Investasi Pabrik Gula yang akan dibangun di Kabupaten Seram Barat telah ditandatangani pada hari Selasa (10/7/2018). Penandatanganan turut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro, di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

“PT. Hermes Seram Indonesia akan membangun pabrik gula di atas lahan seluas 25.000 hektare dengan kapasitas awal sebesar 10.000 Tone Cane PerDay (TCD),“ jelas Syukur.

Direktur Hermes Sugar Indonesia, Parekat Vynat Shivanand mengatakan bahwa selain mengembangkan pabrik gula, pihaknya juga akan membangun pembangkit listrik Eco-Generation 25 MW. “Nantinya kita juga akan menggunakan green energy, memanfaatkan limbah tebu sehingga mendukung zero waste, “ ujarnya.

Sesuai target, pembangunan pabrik diperkirakan akan selesai dalam 18 bulan. “Setelah pembangunan berjalan 6-7 bulan, lahan tebu akan mulai ditanami. Sehingga saat pabrik selesai bisa segera melakukan aktifitas produksi, “ jelas Shivanand.

Untuk percepatan realisasi investasi, Bupati Seram Bagian Barat, M. Yasin Payapo menyatakan bahwa ia akan memberikan kemudahan-kemudahan. “Keluarga miskin di Seram Bagian Barat masih 21 ribu jiwa. Dalam waktu dekat akan bisa dikeluarkan, salah satunya dengan mengundang investor menjalankan kegiatan usaha,” ungkapnya.

Saat ini Kementan tengah menargetkan Indonesia swasembada gula konsumsi pada 2019 dan gula industri pada 2025. Karenanya pemerintah tengah melibatkan 17 Investor untuk membangun pabrik gula baru, yang ditargetkan terealisasi secara bertahap sejak tahun 2017, dengan nilai invetasi diperkirakan mencapai 41,44 triliun.

Dari 17 pabrik gula yang akan dikembangkan, 5 pabrik gula sudah beroperasi, 3 pabrik gula sedang dalam proses pembangunan, sisanya sedang dalam proses penyelesaian perizinan terutama terkait dengan lahan. Pembangunan Industri gula ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 189.650 orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 284.475 orang.

Untuk mengembangkan 17 industri gula ini dibutuhkan 604.000 ha lahan. Dengan pengembangan tersebut diperkirakan akan menambah produksi gula sebesar 2.352.000 ton.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.