Pembangunan Bendungan, Upaya Pemerintah Airi 20% Lahan Irigasi Pertanian

Wajo – Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi, meninjau progres konstruksi Bendungan Paselloreng di Desa Arajang Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Bendungan Paselloreng mampu menampung 138 juta m3 untuk mengairi 7 ribu hektar sawah. Bendungan yang kita bangun untuk menyiapkan air irigasi pertanian menuju swasembada pangan,” kata Presiden Jokowi.

Bendungan multifungsi ini juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk 4 kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 305 lt/detik, Konservasi Sumber Daya Air, pengendalian banjir Sungai Gilireng (1002 m3/detik), perikanan air tawar, pengembangan Pariwisata, dan potensi listrik 0,8MW.

Konstruksi bendungan telah dimulai Juni 2015 dan ditargetkan selesai lebih cepat 4 bulan dari jadwal kontrak, yakni Juli 2019 menjadi selesai akhir Februari 2019, saat ini progres konstruksinya sudah 73,3%. Untuk pengadaan lahan, dari luas yang dibutuhkan 1.849,88 ha, sudah dibebaskan 681,98 ha (36,87%) sisanya dalam proses penyelesaian pembayaran bertahap untuk area genangan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan mendukung penuh Provinsi Sulsel sebagai lumbung pangan nasional. Lahan pertanian potensial di Sulsel diperkirakan seluas 300 ribu hektar, sehingga akan terus dioptimalkan.

“Di Sulsel, masih terdapat hamparan lahan persawahan di atas 3.000 hektar yang sudah sulit ditemui di daerah lain. Produktivitasnya kita tingkatkan dengan ketersediaan air yang berkelanjutan dari bendungan,” jelas Menteri Basuki.

Untuk itu, selain Bendungan Paselloreng, di Sulawesi Selatan juga tengah diselesaikan pembangunan dua bendungan yakni Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa dan Pamukkulu di Kabupaten Takalar yang akan menambah tampungan air total sebesar 256 juta m3. Di tahun 2018 Kementerian PUPR juga akan memulai pembangunan Bendungan Jenelata Baja di Kabupaten Gowa yang kapasitasnya lebih besar dari Bendungan Passeloreng yakni sebesar 237 juta m3.

Bendungan-bendungan ini merupakan bagian dari 65 bendungan yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada periode 2015-2019, yang terdiri dari 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan. Secara nasional lahan irigasi seluas 7,3 juta hektare dimana baru 11% yang dilayani bendungan, sisanya mengandalkan air dari hujan atau sawah tadah hujan.

“Melalui pembangunan 65 bendungan akan meningkat menjadi 20%,” pungkasnya.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.