Produk Makanan dan Minuman Indonesia Diminati Pengusaha Filipina

​​​

Davao City – Sebanyak 142 orang peserta memadati pertemuan bisnis bertajuk Promoting Indonesia-Philippine Economic Relation through outcome-oriented Business Network yang diselenggarakan di Hotel Marco Polo Davao City pada 28 Juni 2018.

“Jumlah tersebut sung​guh membanggakan, karena sebenarnya kami hanya menargetkan sekitar 80-100 orang saja. Peserta perteman terdiri dari 33 orang pengusaha dari Indonesia dan 109 orang dari pengusaha, asosiasi pengusaha, kamar dagang, pejabat Departemen Perdagangan dan Industri kota Davao City, General Santos City dan Zamboanga City, Filipina,” tutur Berlian Napitupulu, Konsul Jenderal RI di Davao City. ​

Para pengusaha Indonesia tersebut mewakili 21 perusahaan makanan dan minuman dari Jakarta, Medan dan Denpasar yang ingin ekspansi pasar dan mencari mitra potensial di Filipina, khususnya di Mindanao. Mayoritas perusahaan tersebut adalah major player dalam industry makanan dan miniman (F&B) di Indonesia. Termasuk pula perwakilan perusahaan Mayora, Recheese, Kalbe Farma dan Sosro yang telah beroperasi di Manila dan Davao.

“Adapun dari pihak Filipina (yang hadir) adalah wholeseller, distributor, pemilik mall/supermarket, trader, dan beberapa retailer serta pejabat Departemen Perdagangan dan Industri setempat,” urai Berlian.

Ia mengaku sangat puas dengan hasil yang diperoleh dalam kegiatan Business Meeting dan Business Matching. Bukan saja karena banyaknya peserta pertemuan yang datang, tetapi menurutnya juga telah terjadi transaksi bisnis yang konkrit.

“Kami sedang menghitung nilai kontrak yang dicapai karena sebagian masih dalam negosiasi. Ternyata Para pengusaha Filipina  menyukai rasa sampel  produk yang ditampilkan dan harganya dinilai cukup murah,” ujarnya.

Dalam dua tahun terakhir hubungan perdagangan kedua negara meningkat signifikan, namun hanya meliputi wilayah Luzon di Filipina dan Pulau Jawa, bukan wilayah perbatasan yaitu Mindanao dengan Sulawesi dan Kalimantan.

“Padahal Mindanao adalah pasar yang potensial dan belum digarap secara intensif,” tegas Berlian. Oleh karena itu, pihaknya melakukan Business Matching ini dan the Second Indonesian Food and Beverage Expo di Abreeza Mall Davao City mulai 29 Juni sampai 1 Juli 2018.

“Selama Expo, diadakan pameran produk, promosi pariwasata, sajian kuliner Indonesia, dan spicy eating challenge, memakan kripik Maichi terpedas. Tak ketinggalan penampilan tarian tradisional dan kuis tentang Indonesia,” pungkas Berlian.

Sementara itu, pejabat Fungsi Ekonomi KJRI Davao City, Wahyu Permana, menyatakan Pertemuan B2B di Marco Polo Hotel dan Expo Makanan dan Minuman di Abreeza Mall Davao merupakan 2 kegiatan dari 8 promosi ekonomi yang dilakukan oleh KJRI Davao City tahun ini.

Kegiatan lain adalah the Second Indonesian Manufacture Expo (Oktober), misi dagang (Oktober), Zamboanga Peninsula Expo (Oktober), business seminarcooking demo (September), dan Economic-Cultural mixed Expo

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.