Perkuat Ketahanan Pangan, Pengilingan Padi Sumsel Isi Cadangan Beras Pemerintah

Palembang – Untuk mengisi dan memperkuat cadangan beras pemerintah, tiga perusahaan penggilingan padi di Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen menjual sebagian berasnya kepada Bulog. Ketiga perusahaan yang berkomitmen adalah : PT. Rusna Jaya Putra Pangan, PT. Buyung Poetra pangan, yang berlokasi di Kabupaten Ogan Ilir dan PT. Karya Jaya Mandiri di Kota Palembang.

“Cadangan beras pemerintah sangat penting, untuk ketahanan pangan nasional. Karena itu, saya minta pengusaha penggilingan padi berkomitmen mau menjual sebagian berasnya kepada Bulog untuk mengisi cadangan beras pemerintah,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, ketika menginisiasi kontrak penjualan beras oleh 3 pengusaha penggilingan padi dengan Divre Bulog Sumatera Selatan, Sabtu (24/3/2018).

Komitmen kesepakatan kontrak penjualan beras oleh pengusaha penggilingan padi kepada Bulog ini merupakan hasil mediasi yang dilakukan Agung, untuk itu diharapkan gudang bulog bisa segera terisi. Cadangan beras pemerintah ini nantinya akan dimanfaatkan untuk stabilitasi harga melalui operasi pasar manakala harga beras naik, maupun untuk bantuan pangan kepada masyarakat yang terkena bencana, dan lainnya.

Menurut Agung, mumpung sedang panen raya, bulog harus proaktif untuk melakukan kontrak pembelian, sehingga gudang bulog cepat terisi. Ia juga meminta mitra Bulog, khususnya pengusaha penggilingan padi, agar menjual sebagian berasnya kepada bulog.

“Demi cadangan pangan pemerintah, dan semangatnya ini membantu, saya minta para pengusaha mau menjual berasnya kepada bulog,” ujar Agung.

Dijelaskannya, apabila cadangan pangan pemerintah lemah, dikhawatirkan akan terjadi lagi impor, sehingga bisa merusak pasar dan merugikan pengusaha penggilingan padi. “Dalam jangka panjang, kalau kita impor terus, ketergantungan kita pun akan semakin tinggi dan nantinya petani tidak bergairah menanam padi. Ini kan bahaya,” kata Agung.

Berdasarkan prognosa, produksi beras Sumatera Selatan sebanyak 3 juta ton, dan untuk konsumsi sekitar 1 juta ton, sehingga surplus sekitar 2 juta ton, yang didistribusikan ke daerah sekitarnya dan sebagian ke pulau Jawa.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.