Produksi Jagung di 2018 Diproyeksikan Surplus Kembali

Jakarta – Berdasarkan Angka Ramalan (Aram) II (BPS, 2017) produksi jagung tahun 2017 sebanyak 27,95 juta ton atau meningkat 18,53% dibanding tahun 2016 sebesar 23,58 juta ton. Tahun 2018 diperkirakan produksi jagung nasional sebesar 30 juta ton (Sasaran Kementan), atau naik 7,34%.

Selama 5 tahun terakhir (2014-2018), diperkirakan produksi jagung nasional tumbuh rata-rata 12,32% per tahun, capaian yang sangat tinggi disaat produksi pangan lain juga meningkat. Pertumbuhan produksi jagung juga diikuti dengan peningkatan pertumbuhan luas panen sejak 2014-2018 sekitar 11,13% per tahun, serta pertumbuhan produktivitas 1,57% per tahun.

Dikutip dari website Kementerian Pertanian, sasaran produksi tahun 2018 sekitar 30 juta ton, dengan perkiraan kebutuhan 20,23 juta ton, maka terdapat surplus 9,77 juta ton. Sepuluh provinsi sentra produksi jagung nasional, menguasai sekitar 85% produksi nasional. Adapun komponen kebutuhan pakan masih menjadi porsi terbesar dalam kebutuhan jagung nasional. Sekitar 50-55% share produksi jagung terhadap bahan baku pakan ternak.

Untuk membantu petani memperoleh hasil yang layak, Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan harga Acuan Penjualan di Konsumen. Dalam Permendag ini harga jagung di tingkat petani dibedakan berdasarkan kadar air.

Harga acuan jagung di tingkat konsumen, berdasarkan Permendag, adalah Rp 4.000/kg. Sedangkan berdasarkan kadar air yaitu, kadar air 15% seharga Rp 3.150/kg, kadar air 20% seharga Rp 3.050/kg, kadar air 25% seharga Rp 2.850/kg, kadar air 30% seharga Rp 2.750/kg, dan kadar air 35% seharga Rp 2.500/kg. Dengan peraturan ini, keseimbangan harga di tingkat petani dan konsumen dapat terjaga dengan baik.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.