Progres Konstruksi Bendungan Ladongi Capai 32%

Jakarta – Bendungan Ladongi yang berada di Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dimulai pembangunannya pada Januari 2017. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung sebesar 45,94 juta m3, atau 2,5 kali dari kapasitas Bendungan Tanju di Nusa Tenggara Barat, yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 30 Juli 2018.

“Progresnya fisiknya kini telah mencapai 32 persen. Dalam pembangunan bendungan, kendala adalah cuaca. Pada saat cuaca sedang cerah, kami maksimalkan dengan penambahan shift kerja, sehingga bisa selesai lebih cepat yakni pada bulan Desember 2019, dari target awal selesai tahun 2020,” kata Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari Eka Nugraha Abdi.

Nantinya mengairi areal sawah dengan layanan irigasi seluas 3.604 hektar, Bendungan Ladongi menampung aliran Sungai Ladongi yang selama ini tidak dimanfaatkan optimal. Dengan demikian, diharapkan produktivitas lahan pertanian meningkat dan pendapatan petani lebih besar dalam satu tahun.

“Selain dinikmati petani, Bendungan Ladongi juga nantinya menjadi sumber air baku sebesar 0,12 m3/detik, pembangkit energi listrik sebesar 1,3 MW, serta mengurangi banjir dengan volume 99.704 m3/detik,” jelasnya. Bendungan Ladongi juga potensial untuk dimanfaatkan sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Kolaka Timur.

Bendungan Ladongi merupakan bendungan tipe urugan batu dengan tanah lempung. Konstruksi dilakukan oleh kontraktor BUMN PT.Hutama Karya dengan kerja sama operasi (KSO) bersama kontraktor swasta nasional yakni PT. Bumi Karsa. Biaya pembangunan bendungan ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) multiyears tahun 2016-2020 sebesar Rp 844 miliar.

Selain Bendungan Ladongi, terdapat empat bendungan lainnya yang tengah dikerjakan Kementerian PUPR di Pulau Sulawesi yakni Bendungan Kuwil Kawangkoan dan Lolak di Sulawesi Utara dan Bendungan Karalloe, Pamukkulu dan Paselloreng di Sulawesi Selatan.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.