Seribu Paket Lampu LTSHE Dibagikan ke Pedalaman Yahukimo

Jayapura – Sebanyak seribu paket Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang saat ini masih berada di gudang transit di Sentani, Papua, dibagikan kepada masyarakat pedalaman di Kabupaten Yahukimo, Papua, mulai Sabtu (11/8/2018).

“Paket LTSHE ini akan dikirim dari Sentani menuju Yahukimo menggunakan pesawat caravan, dengan sekali angkut. Sekitar 100 paket dibongkar terlebih dahulu (dari kardus), untuk menghemat tempat di pesawat,” ujar Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Dadan Kusdiana, saat melakukan pengecekan ke gudang transit LTSHE.

Yahukimo mendapat prioritas pembagian LTSHE karena merupakan daerah 4T yakni daerah tertinggal, terdepan, terluar dan juga daerah transmigrasi. “Sulitnya medan di Yahukimo menyebabkan listrik PLN belum menjangkau wilayah tersebut, di sinilah peran Pemerintah untuk melakukan pra-elektrifikasi melalui pembagian LTSHE ini,” kata Dadan.

Hadi M.Djuraid, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi Publik, lebih lanjut menjelaskan, kriteria lain untuk penerima LTSHE ini yakni wilayah tersebut belum dialiri listrik selama 3 sampai 5 tahun. “Kita tidak akan membiarkan daerah tersebut gelap, sampai nantinya PLN masuk wilayah tersebut,” tegasnya.

Program pembagian LTSHE oleh Kementerian ESDM ini telah dimulai sejak 2017 melalui pembiayaan APBN. Untuk tahun 2018, Kementerian ESDM memiliki target untuk menerangi 167.064 rumah yang tersebar di 15 provinsi atau 1.259 desa.

LTSHE yang dibagikan memiliki tiga mode kecerahan. Yakni kecerahan maksimal, sedang, dan redup. Di mode penerangan maksimal, lampu ini dapat menyala selama 5 jam. Untuk mode sedang bisa bertahan selama 11 jam. Sedangkan untuk mode redup dapat menyala hingga 47 jam nonstop.

Setiap paket dilengkapi dengan barcode, sehingga apabila sudah terdata, terverifikasi, dan sudah dibagi sesuai dengan daerahnya, tidak boleh lagi ditukar dan dialihkan. “Garansinya nyala 3 tahun, kalau ada keluhan kita jemput bola melalui service center di tiap distrik. Sebelumnya juga ada sosialisasi terlebih dahulu, namun terkadang ada kendala dari segi bahasa, jadi kita libatkan juga tokoh masyarakat untuk ikut sosialisasi,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Wawan Supriatna.

Kementerian ESDM menargetkan program LTSHE pada 2017-2019 dapat menyalurkan 400.000 LTSHE kepada sekitar 2.500 desa yang sebelumnya belum menikmati listrik sama sekali.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.