Sri Mulyani: Ekonomi Kreatif, Solusi Perekonomian Nasional

Bali – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa ekonomi kreatif yang bersifat inklusif adalah kunci yang berkontribusi pada perekonomian bangsa.

“Ekonomi kreatif harus menjadi besar karena ekonomi kreatif dan teknologi sebagai salah satu solusi permasalahan perekonomian di Indonesia,” kata  Sri Mulyani saat menjadi pembicara di World Conference on Creative Economy (WCCE) di Nusa Dua Bali, pada Rabu (7/11/2018). Lebih dari 1.000 orang antusias mendengar materi yang dibawakan oleh Sri Mulyani.

Sri menjelaskan, GDP Indonesia tumbuh hingga 5,27% pada 2018. Sedangkan angka pengangguran menurun dari 9,75% menjadi 5,19% dan angka kemiskinan menurun dari 16,38% menjadi 9,32%.

Menurutnya, dunia telah bergeser kepada era baru yaitu era teknologi digital. Kehadiran internet dan pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi memacu era teknologi digital. Indonesia pun saat ini berada di industry 4.0, yaitu industri dengan internet of think (IoT) dan sistem cyber.

“Generasi milenials, mereka familiar dengan apa yang disebut ekonomi berbagi (shared), mereka tidak merasa perlu membeli mobil karena mereka bisa bergantung ke gojek, grab, dan lain-lain. Mereka juga tidak merasa perlu membeli rumah, karena bagi millenials, mobilitas menjadi lebih penting,” jelasnya. Hal ini menurutnya bisa menjadi peluang pelaku ekonomi di Indonesia.

Dengan perkembangan teknologi digital, karir di bidang ekonomi kreatif meningkat dan menyebar luas di masyarakat. “Fenomena ini bukan hanya baik untuk masyarakat, tetapi juga untuk solusi perekonomian nasional,” ucap Sri.

Menkeu juga menyampaikan bahwa ia banyak menerima kritik dari pelaku industri film. Menurutnya Industri film juga memiliki potensi bagi ekonomi kreatif di Indonesia, dan industri film juga membutuhkan ekosistem untuk berkelanjutan.

“Saya banyak menerima kritk dari pelaku industri film bahwa saya tidak paham dengan industri itu, makanya saya datang kesini, untuk mendengar dan merumuskan kebijakan untuk mendukung industri kreatif. Saya tidak ragu untuk bilang, saya ingin belajar, saya tidak tahu banyak, tapi saya semangat untuk belajar dan belajar lagi,” jelasnya.

WCCE merupakan konferensi tentang ekonomi kreatif pertama di dunia yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 6-8 November 2018. Event ini mengusung tema Inclusively Creative dengan mengangkat lima isu utama, yakni kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem, dan pembiayaan industri kreatif.

Event ini akan merumuskan Deklarasi Bali yang nantinya diusulkan ke Sidang Umum PBB di tahun depan. Hal ini diharapkan semakin menguatkan ekosistem dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif dunia yang telah memasuki era 4.0.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.