Targetkan Swasembada, Kementan Wajibkan Importir Tanam Bawang Putih

Jakarta – Prihasto Setyanto Direktur Sayuran, Direktorat Jenderal Holtikultura Kementan menyatakan bahwa fokus dari Kementerian Pertanian untuk bawang putih dari tahun 2017 mulai menunjukkan hasil nyata. Penanaman di sejumlah daerah seperti Temanggung, Karanganyar, Lombok Timur, Karo, Kota Batu, Banyuwangi, Lombok Timur dan Bima diperkirakan telah mencapai 5.000 hektar. Sebagian besar akan dipanen di tahun 2018.

“Pertanaman oleh importir sendiri telah menyumbang 1.400 ha. Sejak Januari sampai dengan minggu ketiga Maret 2018, Kementerian Pertanian telah menerbitkan RIPH Bawang Putih kepada 45 perusahaan yang telah terverifikasi dan memenuhi wajib tanam 5% nya,” kata Prihasto.

Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Pertanian Nomor 38 tahun 2017 yang mewajibkan importir bawang putih untuk menanam dan menghasilkan bawang putih sebanyak 5% dari volume permohonan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

“Di tahun 2018, telah dialokasikan APBN untuk pengembangan kawasan bawang putih seluas 7.017 Ha yang tersebar di 79 Kabupaten,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi dampak program swasembada ini terhadap harga jual ke konsumen, menurut Prihasto, diperlukan dukungan dari hulu ke hilir. Petani, penangkar dan pelaku usaha bawang putih diharapkan dapat mengurangi beban biaya produksi, sehingga harga jual masih sesuai dengan daya beli masyarakat.

Selain itu, sebagai bentuk antisipasi dari harga tinggi, pemerintah bersama-sama tim Satgas Pangan akan berupaya untuk mengatur distribusi dan pemasarannya.

“Harga bawang putih lokal saat ini mencapai Rp. 25-30 ribu per kilogram. Bawang putih lokal terkenal dengan aroma yang sangat kuat hingga 5 kali lipat aroma bawang putih impor. Seiring dengan makin banyaknya panen, masyarakat diharapkan bisa beralih mengkonsumsi bawang putih lokal.” pungkas Prihasto.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.