Tingkatkan Hubungan Dagang, Indonesia dan Fiji Sepakat Gulirkan Perundingan PTA

Suva – Indonesia dan Fiji sepakat untuk memulai perundingan awal guna mewujudkan Preferential Trading Arrangements (PTA). Kesepakatan ini disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata Fiji yang baru, Premila Kumar dengan Duta Besar RI untuk Fiji, merangkap Tuvalu, Nauru dan Kiribati, Benyamin Scott Carnadi di kantornya, Suva, Selasa (8/1/2019).

“Indonesia dan Fiji perlu memiliki suatu PTA guna mendorong peningkatan arus (expor-impor) barang dan mengeliminir kehilangan profit bagi pengusaha kedua negara disebabkan peran pihak ketiga. Harga juga akan lebih kompetitif bagi konsumen,” ucap Benyamin. Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga dapat menjadi gerbang bagi Fiji untuk masuk ke pasar ASEAN.

Menteri Kumar menyambut baik inisiatif Indonesia. “Fiji juga merupakan hub (pusat) bagi Indonesia dan pintu masuk perdagangan ke negara-negara kepulauan Pasifik,” ujarnya. Berbagai produk Indonesia yang sudah masuk ke Fiji antara lain minyak pelumas, sabun, produk otomotif, bus, bahan material konstruksi dan peralatan elektronik.

Diharapkan pertemuan awal untuk mulai membicarakan format, proses perundingan dan menjajaki request and offer kedua negara dapat diadakan pada minggu pertama Februari 2019. Pada kesempatan itu Duta Besar Benyamin juga mengundang Menteri Kumar dan para pengusaha Fiji untuk berpartisipasi pada ekspo perdagangan yang digagas oleh Pemerintah Indonesia di tahun 2019 ini.

Fiji merupakan negara kepulauan di Pasifik Selatan yang paling maju, berpenduduk kurang lebih 900 ribu orang, memiliki kondisi politik stabil serta pertumbuhan ekonomi yang positif selama 10 tahun terakhir. Menurut data BPS, neraca perdagangan Indonesia Fiji tahun 2017 sebesar USD 23,5 juta dolar dengan surplus di pihak Indonesia.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.