Tingkatkan Produksi Sumur Lama, Pertamina EP Terapkan EOR di Field Tanjung

Tanjung – PT Pertamina EP (PEP) Asset 5 Tanjung Field terapkan metode perolehan minyak tahap lanjut (Enhanced Oil Recovery/EOR) dengan metode polymer flooding di Tanjung Field, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

EOR adalah metode perolehan minyak tahap lanjut dengan cara menambahkan energi berupa material atau fluida khusus yang tidak terdapat dalam reservoir minyak. Umumnya, EOR diterapkan pada lapangan yang telah cukup lama berproduksi (mature field), dengan tujuan mengambil minyak tersisa yang tidak dapat diambil dengan metode perolehan primer dan sekunder (water flooding).

“Proven resources dengan tingkat kesulitan eksplorasi terendah praktis kini telah habis dieksploitasi dan menyisakan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Karena itu, diperlukan teknologi yang lebih canggih. Salah satunya dengan EOR yang dapat meningkatkan jumlah minyak diekstrak dari ladang minyak mencapai 30-60%, dibandingkan 20-40% dengan menggunakan primary dan secondary recovery,” ujar Nanang Abdul Manaf, President Director Pertamina EP.

Beberapa teknik EOR yang banyak dikenal hingga saat ini adalah injeksi uap panas (steam flooding), injeksi kimia (chemical flooding), dan injeksi gas (gas flooding), tambah Nanang saat meresmikan Tanjung Polymer Field Trial di Lapangan Tanjung, Tabalong.

“Pemilihan metode injeksi polymer di Tanjung Field didasarkan pada kriteria-kriteria tertentu dengan mempertimbangkan temperatur reservoar, fluida reservoar dan kondisi geologi,” jelasnya.

Polymer merupakan salah satu teknik EOR yang sudah terbukti dapat meningkatkan perolehan minyak dan telah banyak digunakan di lebih dari 50 lapangan di dunia.

“Desain pilot injeksi dibuat dengan kebutuhan polymer sebanyak 70 ton, volume larutan polymer yang diinjeksikan adalah 200 ribu barrel dengan konsentrasi 2.000 ppm dan laju injeksi sebesar 1.000 barrel per hari,” ujar Nanang.

Sejak 2016, Pertamina EP telah melakukan studi laboratorium dengan bantuan pakar-pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Uji laboratorium bertujuan untuk mendapatkan polymer yang tepat dan efisien untuk digunakan di Tanjung Field.

“Kita kekurangan produksi, bukan kekurangan minyak. Minyaknya ada, tapi kita butuh teknologi untuk mengangkat minyak, salah satunya dengan EOR,” terang Jafee Arizon Suhardin, Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) yang juga turut hadir dalam acara peresmian ini.

Menurut Jaffe, dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat terutama di bidang perminyakan, diketemukan metode untuk membantu meningkatkan produksi minyak.

“Pengangkatan primer menggunakan tekanan alamiah dari reservoir, sementara pengangkatan sekunder, menggunakan cara injeksi (air atau gas) sebagai upaya mempertahankan tekanan reservoar yang turun secara alamiah,” katanya.

Tanjung Field yang terletak di Kabupaten Tabalong Propinsi Kalimantan Selatan masuk dalam wilayah kerja Pertamina EP Asset 5. Untuk realisasi hingga pertengahan Desember 2018, produksi minyak di Tanjung Field mencapai 3.254 BOPD dan realisasi gas mencapai 1.098,99 MMSCFD. Sedangkan untuk Pertamina EP Asset 5 secara keseluruhan, produksi minyak berada di kisaran 18.252 BOPD dan produksi gas di kisaran 15,81 MMSCFD.

Turut hadir dalam peresmian tersebut antara lain, Vice President Development and Project Pertamina Dwi Mandiri, Vice President Enhanced Oil Recovery PEP Andi Bachtiar, General Manager PEP Asset 5 Irwan Zuhri, Field Manager Tanjung Field Mohammad Firdaus Sabaruddin, dan unsur Forkompimda Kabupaten Tabalong.

Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.